Wednesday, 12 October 2016

Perbedaan tempat dan perbedaan suasana

Dari perjalanan stasiun bekasi -> stasiun yang berada di jakarta, ketika sinar mentari belum muncul banyak sebagain manusia yang bekerja di daerah sekitar jakarta sudah banyak memadati stasiun bekasi dan banyak motor-motor yang sudah terpakir entah dari kapan sudah terparkir di sekitar stasiun bekasi tersebut. Dan ramainya jalanan penuh dengan sesak kendaraan yang melintas dan saya sangat heran bunyi telakson yang ada di kendaraan motor dan mobil seperti tidak ada jeda senyap tanpa telakson-telakson yang melintasi kuping sebagian orang yang berada disekitar kendaraan tersebut. Dan aksi kemarahan pengguna kendaraan, pejalan kaki dan orang yang sedang mencari nafkah di sudut-sudut stasiun. Suara mereka+ telakson mejadi satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa di lewatkan di setiap kota kususnya di jabodetabek. 

Di setiap lebar sebuah jalan dan panjang sebuah jalan yang penuh sesak oleh pengendara mobil dan motor yang melintas dan mengejar waktu agar tidak terlambat menuju kantor - sekolah - kampus - dll. Dan tidak sadar ketika dia terburu-buru otak akan bekerja semakin cepat + dada semakin sesak karena oksigen yang di hirup semakin sedikit + emosi yang turun naik dan akan sedikit-demi sedikit akan memuncak. Tidak heran saya melihat motor atau mobil yang saling menyenggol dan tidak akan mau menggalah mungkin prinsipnya menggalah akan membuat terlambat. Terlihat dunia ini semakin banyak orang egois dan semakin berat beban bumi untuk menopang manusia + kendaraan + rumah + mall+ dll.

Menghelakan nafas sejenak dan mulai bersyukur akan nikmat yang sudah di berikan sang maha pencipta yang memberikan terbaik kepada manusia dan kadang kebaikan yang diberikan sang maha pencipta kadang banyak dilupakan dan diabaikan. "Masya Allah"
Yah, begitulah ini hanya sepotong kecil cerita perjalanan yang saya jalani disana.